IL News 031/2012

 

Dr Paul Marshall, Senior Fellow Institut Leimena dari Hudson Institute USA (ketujuh dari kanan), Wakil Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar (keenam dari kanan), dan Presiden Institut Leimena Jakob Tobing, bersama para tokoh agama dan akademisi, membahas buku berjudul SILENCED: How Apostasy and Blasphemy Codes Are Choking Freedom Worldwide, di Institut Leimena, Jakarta,  6 September 2012. Buku SILENCED adalah karya Dr Paul Marshall yang membahas tentang bagaimana kebebasan beragama terancam oleh berbagai pembatasan melalui peraturan-peraturan yang ada di beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia.

Dr Kim Tan (kedua dari kanan) salah satu pendiri dari Transformational Business Network dan penulis buku Fighting Poverty Through Enterprise: The Case of Social Venture Capital berkunjung ke Institut Leimena (1/10) bersama dengan Cakra Ciputra (pertama dari kanan) dan Antonius Tanan (ketiga dari kanan) dari Ciputra Grup dan Kenny Wirya (keempat dari kanan) dari Indonesia Care. Dalam kunjungan ini, Dr Kim Tan memaparkan pengalaman beliau dalam melawan kemiskinan melalui pendirian social venture capital di beberapa negara Asia dan Afrika.UUD 1945”.

Daniel Adipranata (Institut Leimena) menjadi pembicara dalam seminar wawasan kebangsaan bertema Indonesiaku Indonesiamu dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh Komisi Pemuda Diyofa GBI Diaspora Sejahtera di Malang, tanggal 17 Oktober 2012.andemen UUD 1945”.

Mantan Hakim Konstitusi Dr Maruarar Siahaan (tampak di layar) di Jakarta sedang berdialog tatap muka dengan para pendeta Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui Video Conference kerjasama Institut Leimena dan GMIT pada tanggal 3 November 2012. Sekitar 20 orang pendeta GMIT dari Klasis Kota Kupang, termasuk Ketua Klasis Pdt Yance F. Nayoan, membahas bersama bahan Diskusi Warga mengenai “Indonesia Kini: Dampak Amandemen UUD 1945”.

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena