IL News 002/2020

(Foto dan tulisan ini diambil dari website Kemenag.go.id)

Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Fachrul Razi hari ini menerima kunjungan dan silaturahmi pengurus Institut Leimena di Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta Pusat.

Hadir, Presiden Institut Leimena, Jakob Tobing beserta jajarannya, dan Senior Fellow Institut Leimena Alwi Shihab yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur tengah dan Organisasi Kerjasama Islam. Hadir juga Direktor Asia Pasific Insititute yang berkantor pusat di New York, Shira Loewenberg.

Turut mendampingi Menag, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI, Nifasri, Kepala Badan Litbang dan Diklat (Kabadan) Kementerian Agama, Abd. Rahman Mas’ud, dan Sesmen Khoirul Huda Basyir. Pertemuan ini membahas solusi damai bagi Palestina dan Israel, serta semangat toleransi di Indonesia.

Presiden Institut Leimena, Jakob Tobing menyampaikan bahwa tahun ini  Institut Leimena akan menyelenggarakan dialog lintas agama dari agama Abraham di Indonesia. Helat ini sekaligus akan memperkenalkan toleransi beragama di Indonesia yang berlandaskan Pancasila kepada dunia.

“Dialog lintas agama ini akan dihadiri para tokoh agama Abraham yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Gelaran ini masih dalam tahap wacana, diharapkan akan berlangsung pada akhir tahun ini,” kata Jakob Tobing kepada Menag, Jumat (24/01).

Menag bersama Presiden Institut Leimena (Foto: Sugito)

Menag dalam kesempatan itu menyambut baik rencana gelaran konferensi. “Kami sangat mendukung kegiatan yang mengusung misi mulia ini,” kata Menag.

Sementara itu Senior Fellow Institut Leimena Alwi Shihab menambahkan, perlu diekspos ke dunia luar khsusnya dunia barat bahwa Indonesia adalah negara yang masyarakatnya hidup dengan semangat toleransi dan memiliki komunitas agama yang rukun.

“Sehingga Institute Leimena bekerjasama dengan Kementerian Agama untuk mengadakan Konferensi Agama Samawi/Abraham untuk menciptakan kerukunan. Salah satu tujuannya adalah agar bisa memberikan dorongan untuk peran Indonesia dalam menyelsaikan konflik Palestina-Israel,” kata Alwi.

Konferensi ini, lanjut Alwi, rencananya akan mengundang tokoh Yahudi yang bisa diajak bersama memperbaiki hubungan antara Palestina dan Israel agar mendapatkan solusi damai. Konferensi juga digelar untuk menunjukan kepada dunia luar bahwa Indonesia adalah negara yang toleran.

“Ya sebelum akhir tahun, mudah-mudahan September 2020. Kita harapkan Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Agama akan membuka konferensi ini,” kata Alwi Shihab.

Institut Leimena merupakan lembaga non profit yang mengusung misi Mengembangkan Peradaban Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan peradaban dunia yang menjunjung tinggi harkat manusia, melalui kerjasama dalam masyarakat yang majemuk.

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena