IL News No. 030/2011
Institut Leimena

“Masa muda sungguh indah jiwa penuh dengan cita-cita. Dengan api yang tak kunjung padam, selalu membara dalam kalbu”.

Sepenggal syair lagu tersebut, menekankan betapa masa muda adalah masa yang paling indah. Penuh semangat, cita-cita dan idealisme. Energi yang seolah tiada habisnya dan hasrat untuk berprestasi setinggi mungkin.

Peserta Pendidikan Warga ke-22 di Wisma Syalom (Bogor, Jawa Barat) telah membuktikannya!

Pada PW ke-22 yang diselenggarakan tanggal 26 November yang lalu, semangat dan antusias peserta untuk belajar, terlihat dengan jelas. Peserta dengan jumlah sekitar 60 orang dan berasal dari GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) cabang Bogor, GMKI cabang Bekasi dan beberapa utusan dari Persekutuan Mahasiswa Kristen di Institut Pertanian Bogor dan kampus lainnya, terlihat menikmati proses belajar yang berlangsung. Meski materi yang disampaikan terbilang baru, atau bahkan asing, namun semangat belajar peserta tetap terlihat. Terbukti dari partisipasi aktif peserta dalam menyimak materi yang disampaikan, tanya jawab, dan diskusi.

Simaklah  respon peserta terhadap PW ke-22 ini.

Acara ini bermanfaat karena terkonsep dengan baik. Tahapnya cukup baik (pengenalan – materi – diskusi). Informasi, motivasi, pola berpikir dan soft skill, saya dapatkan melalui acara ini. Semakin cinta dan mengerti dengan Indonesia, peran pemuda dan kewajiban untuk Indonesia lebih baik (Seno – GMKI Bogor)

Acara ini sangat bermanfaat bagi saya. Membuka wawasan saya bahwa yang dahulu saya pikir tidak bisa/susah dilakukan, ternyata sangat mudah untuk dilakukan. Diskusi itu perlu dan dapat dilakukan kapan saja (Maria Saragih, D3 IPB)

Acara ini memberikan saya wawasan yang baru dan mendorong saya untuk semakin aktif dalam berpartisipasi dalam organisasi dan tindakan nyata yang mencerminkan jati siri saya sebagai warga Kerajaan Sorga dan warga negara Indonesia (Olivia Simangunsong, D3 IPB)

Saya akan menceritakan tentang apa yang saya dapat dari acara ini di organisasi kampus saya atau di luar kampus dan akan menjalankan ide-ide cemerlang yang saya dapat dari acara ini dengan teman-teman saya (Ricci Tarigan, Bekasi)

Materi yang disampaikan memang cukup padat. Selain materi dasar seperti Pengenalan Institut Leimena, Warga Negara yang Bertanggungjawab, Cita-cita Negara, Amandemen UUD’45 dan Diskusi Warga, ada satu tambahan materi yang disampaikan, yaitu Penggunaan Teknologi Informasi untuk Pemberdayaan Warga. Melihat peserta adalah kaum muda yang masih duduk di bangku kuliah, maka topik ini menjadi penting dan perlu disampaikan. Tidak dapat dipungkiri, teknologi telah menjadi salah satu kekuatan dalam menarik perhatian dan meningkatkan peran serta masyarakat tentang isu kebangsaan.

Pada sesi Penggunaan Teknologi Informasi untuk Pemberdayaan Warga, bentuk pembelajaran yang dilakukan adalah diskusi. Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan diberikan beberapa pertanyaan panduan untuk didiskusikan. Selanjutnya, hasil diskusi kelompok dipresentasikan kepada seluruh peserta. Berdasarkan hasil diskusi peserta, muncul ide-ide baru dan segar, serta memungkinkan untuk diterapkan dalam kapasitas mereka sebagai mahasiswa.

Yang menarik dari penyelenggaraan kali ini adalah tim pengajar yang usianya tidak beda jauh dengan peserta. Ini menunjukkan, bahwa kaum muda tidak alergi dengan isu kebangsaan. Kaum muda bisa terlibat dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik, dengan segala kapasitasnya.

Melalui PW ke-22, Allah bekerja. Menggugah hati dan pemikiran peserta. Menumbuhkan semangat dan kerinduan untuk terlibat sebagai warga Negara Indonesia yang bertanggung jawab.

Kiranya, kaum muda terus bangkit! Mengoptimalkan usia emasnya untuk sesuatu yang bermakna dan berjangka panjang. Di balik segala tudingan tentang rendahnya peran serta kaum muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, masih ada kaum muda yang peduli dan mau terlibat! Anda salah satunya? Yang Muda Yang Berkarya? Mari….!

Subscribed YouTube WargaNegara

 

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena