IL News No. 029/2011
oleh Institut Leimena

Untuk ke-3 kalinya, Institut Leimena bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi mengadakan Temu Wicara “Peningkatan Pemahaman Berkonstitusi dan Hukum Acara Mahkamah Konstitusi”. Peserta Temu Wicara yang berlangsung pada tanggal 16-18 September 2011 ini adalah Komunitas Pendidikan Menengah Kristen se-Indonesia. Di Hotel Lumire Jakarta, guru-guru SMP dan SMA Kristen dari 33 propinsi ini mendengar pemaparan langsung dari narasumber yang kompeten yaitu para Hakim Konstitusi.

Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), memimpin 192 orang peserta Temu Wicara ini dalam kebaktian pembukaan. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan pembukaan oleh Presiden Institut Leimena, Jakob Tobing, dan ceramah kunci oleh Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, yang sekaligus membuka Temu Wicara secara resmi.

Selama 3 hari ini, peserta mendapat penjelasan mengenai Sistem Ketatanegaraan R.I., Penegakan Keadilan Substantif serta Hukum Progresif, Kewenangan Pengujian UU terhadap UUD 1945, Perselisihan Hasil Pemilu, Pembubaran Parpol, Sengketa Kewenangan Lembaga Negara, Pemakzulan Presiden/Wakil Presiden, dan Mahkamah Konstitusi Menuju Court Excellence.

Mantan Hakim Konstitusi, Dr. Maruarar Siahaan turut pula menjadi narasumber. Kepada peserta yang didominasi oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan tersebut, beliau memberikan refleksi “Peran Guru dalam Membangun Demokrasi Konstitusional dan Memberantas Mafia Hukum”. Dalam sesi internal ini, Institut Leimena mendorong agar setiap peserta dapat turut aktif terlibat menjadi warga negara yang bertanggung jawab. “Diskusi Warga” diperkenalkan sebagai sarana dalam membangun keterlibatan tersebut.

Temu Wicara diakhiri dengan sambutan penutup dari Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi Janedjri M. Gaffar yang disampaikan oleh Plh. Kepala Biro Humas dan Protokol Budi Achmad Djohari. Kemudian Prof. Dr. Mangara Tambunan, anggota Dewan Penyantun Institut Leimena, menutup Temu Wicara secara resmi. Kebaktian penutup dipimpin oleh Pdt. Dr. Nus Reimas, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili di Indonesia (PGLII).

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena