IL News 002/2012
oleh Institut Leimena

Tidak terasa program pemberdayaan ekonomi rakyat yang dilakukan Institut Leimena di Nusa Tenggara Timur sudah masuk dalam tahun ketiga. Anggota-anggota dari dua kelompok tani yang di bina di Desa Manusak dan Desa Oeteta terus mengembangkan usaha pertanian berupa penanaman jagung dan tanaman hortikultura lainnya. Perubahan karakter dan etos kerja juga dapat terlihat dengan munculnya inisiatif dan kesadaran bekerja keras dari para anggota kelompok ini.

Dalam tahun 2011, 20 anggota Kelompok tani “Kanaan” Desa Manusak dan Kelompok tani “Mardika Imanuel” Desa Oeteta menggarap lahan sekitar 3,6 ha untuk penanaman jagung sebanyak 2-3 kali. Jenis jagungnya beragam. Selain itu, mereka juga berinisiatif menanam sayur-sayuran seperti terong, lombok, sawi, kangkung, dan banyak lagi lainnya. Hasil usaha pertanian ini untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sebagian dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Berhubung lahan para petani relatif kecil, memang hasil panen terutama untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga. Maka untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga petani, mulai 30 Nopember 2011 Institut Leimena mengembangkan program penggemukan dan pembibitan sapi khususnya di Desa Manusak. Ada 9 keluarga petani yang mengikuti program lanjutan ini. Untuk itu, bantuan berupa 9 ekor sapi betina untuk pembibitan dan 9 ekor sapi jantan untuk penggemukan diserahkan ke anggota-anggota kelompok tani “Kanaan”. Penggemukan akan dilakukan selama 6-8 bulan, lalu dijual untuk menambah penghasilan. Untuk pembibitan, setelah melahirkan, sapi betina akan digulirkan ke petani yang baru. Dengan demikian, setiap petani dapat memiliki sapi sendiri untuk dikembangkan. Mereka sangat senang dan antusias mengikuti program ini. Santhy Chamdra dari Institut Leimena akan melakukan kunjungan berkala untuk pengawasan dan pembinaan. Melalui bantuan dan pendampingan di lapangan, para petani diharapkan dapat terus bertumbuh dan ikut membangun komunitas sekitarnya.

Subscribed YouTube WargaNegara

 

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena