IL News 012/2020
21 Mei 2020

 

Hidup tak selalu dalam keterpurukan. Justru masa sulit di era pandemi Covid-19 ini, akan melatih diri kita sehingga muncul sebagai pemenang.

Demikianlah Job Aser Tomasoa, Team Lead Financial & IT, Kelly Services Indonesia (perusahaan tenaga kerja dan layanan konsultasi SDM kelas dunia), memulai pemaparan materinya dalam Webinar bertajuk Ask the Expert: Peluang Kerja Pasca Pandemi Covid-19, pada 21 Mei 2020. Kegiatan yang digagas oleh Institut Leimena ini bertujuan untuk mempersiapkan lulusan baru memasuki dunia kerja.

Job Aser membagikan kiat-kiat apa yang harus dipersiapkan dalam memasuki dunia kerja seperti pentingnya menjadi pribadi yang berpikiran terbuka dan luwes, disiplin mengembangkan diri, dan memiliki semangat kompetitif. Ia juga membagikan perlunya membangun personal branding sejak dini; dimulai dengan menunjukkan kemampuan pada suatu bidang tertentu dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk menjangkau kalangan lebih luas.

Yoka Juniansyah Aminda, Team Lead Business Operations, Kelly Services Indonesia, melanjutkan materi tentang perubahan sistem kerja selama dan pasca pandemi Covid-19. Menurut Yoka, sejumlah perubahan yang terjadi adalah transformasi digital pada banyak lini pekerjaan, work-life balance bergeser menjadi work-life blend, dan pekerjaan akan fokus pada output atau hasil. Pemaparan Yoka ini merupakan wawasan baru yang perlu diantisipasi sejak dini, oleh lulusan muda yang hendak masuk dunia kerja. Yoka juga membagikan sejumlah keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti adaptasi dan kreativitas.

Andry Lie, Business Fellow Institut Leimena, memandu kegiatan dengan interaktif. Peserta menyampaikan banyak pertanyaan yang dijawab secara memuaskan oleh narasumber.

150 orang peserta yang berasal dari 13 provinsi di Indonesia, mengaku puas mengikuti kegiatan ini. Mereka menyampaikan bahwa acara ini bermanfaat dan sangat relevan bagi persiapan mereka dalam mencari pekerjaan.

Benar seperti yang disampaikan di awal, bahwa hidup tak selalu dalam keterpurukan. Naik-turun dan suka duka, adalah teman sejati manusia. Covid-19 datang tak terduga, mengubah pola kerja yang selama ini sudah mapan. Tak ada yang tahu pasti apa yang terjadi paska Pandemi Covid-19. Setidaknya, kita telah melakukan bagian kita dengan bijak: ikhtiar berusaha dan merencanakan diri.

Berikut ini beberapa tanggapan dari peserta:

“Tolong pertahankan acara webinar dari Institut Leimena karna bagus dan bermanfaat dengan mengundang narasumber yang compatible dengan topik yang dibahas.”

“Membahas situasi dengan real dan tidak kebanyakan teori serta berkesinambungan dengan apa yang kita hadapi saat ini.”

“Semakin menambah pengetahuan mengenai strategi peluang kerja bagi job seekers khususnya fresh graduates.”

“Sangat memotivasi dan memberi semangat untuk tetap fight dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan diri. Terima kasih banyak.”

Subscribed YouTube WargaNegara

 

IL News No. 028/2011
oleh Institut Leimena

Pendidikan Warga ke-21 Institut Leimena di Bandung, Jawa Barat (19 Agustus 2011)

“Kami telah kehilangan kepercayaan pemerintah. Sungguhkah orang Kristen bisa berdampak dalam keadaan seperti ini?”

“Apakah satu sendok garam dapat memberi dampak pada satu drum besar air?”

“Bagaimana menciptakan anak muda-anak muda yang mencintai bangsa ketika kami telah mengalami banyak ketidakadilan?”

Pertanyaan-pertanyaan itu meluncur keluar dari mulut para peserta. Wajah mereka menunjukkan kegelisahan, kekecewaan, juga keraguan – apakah sungguh kami bisa melakukan sesuatu bagi bangsa ini?

Mereka adalah sekumpulan pemuda-pemudi Kristen yang tergabung dalam Yayasan Pembinaan dan Pelayanan Alumni Kristen (YPPAK). Para pemuda-pemudi inilah yang menjadi peserta Pendidikan Warga(PW) ke-21 yang dilaksanakan atas kerjasama Institut Leimena dengan YPPAK di aula Sekolah Kristen Yahya Bandung, pada tanggal 19 Agustus 2011 lalu. Mereka berasal dari berbagai daerah di Nusantara : Ambon, Kupang, Palu, Manado, Medan, Jayapura, Biak, Bogor, dan Bandung.

Melalui kegiatan PW ini, Institut Leimena mengajak setiap peserta merawat gagasan tentang NKRI. Peserta diajak menapaki ide-ide Johannes Leimena tentang kewarganegaraan yang bertanggungjawab,  menyelami cita-cita negara Indonesia, memahami amandemen UUD 1945 dan diakhiri dengan 2 sesi workshop.

Pemuda-pemudi ini dengan antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tak ragu mengungkapkan pendapat, maupun melontarkan pertanyaan. Dalam kedua sesi workshop, yaitu “Eksposisi Pasal 32 UUD 1945 dan “Belajar Berpikir Secara Konstitusional : Pembahasan RUU Pengelolaan Zakat”, para peserta asik berdiskusi kemudian menyampaikan hasil analisis satu sama lain.

Hal lain yang menarik dalam PW ke-21 ini adalah hadirnya tim pengajar yang terdiri dari 7 orang. Sebelum bertugas di PW-21, tim pengajar ini telah menjalani training pada tanggal 12-14 Agustus 2011. Para pengajar mencoba menerapkan metode active learning, sebuah metode di mana peserta dilibatkan sebanyak mungkin, dalam setiap sesi yang dibawakan.  Metode ini pun bersambut dengan antusiasme peserta. Suasana hidup terbangun sepanjang pelaksanaan kegiatan Pendidikan Warga.

Di akhir kegiatan, para peserta menuliskan manfaat yang mereka peroleh dan rencana tindak lanjut ke depannya. Apakah kekecewaan telah berganti menjadi belas kasihan? Apakah kegelisahan telah berganti menjadi harapan? Apakah api untuk membangun bangsa mulai menyala? Simaklah beberapa kesan para peserta di bawah ini :

Tidak bersikap pesimis atau apatis tetapi mau terlibat untuk menjadi garam dan terang dalam bangsa ini. Kecintaan, kesetiaan dan ketaatan tidak dan tidak boleh kurang daripada orang lain sebagai wujud mengasihi dan taat pada Allah. (Halen Imang - Kupang, NTT, Tenaga Pengajar honorer, aktif di pelayanan perkantas Kupang)

Saya menyadari bahwa saya ditempatkan di tengah-tengah bangsa ini bukan suatu kebetulan dalam arti ada yang perlu dikerjakan (Frans Rumene - Papua, Bergiat di GMKI dan GKI)

Acara ini membuka pikiran saya bahwa negara ini bisa berubah dan untuk terjadinya hal itu tidak bisa hanya menuntut pemerintah saja. Perubahan itu boleh dimulai dari diri saya. (Julianti Stefana Sinaga - Medan)

Saya terinspirasi untuk mulai mengkaji peraturan perundangan di bidang pekerjaan saya (rekayasa lingkungan) dan mulai menginisiasi teman-teman sevisi dan seprofesi untuk melakukan diskusi warga dan diskusi untuk pengajuan pentingnya peraturan lainnya di bidang kami  (Irene B Batoarung – Bandung)

Dari beberapa kesan para peserta di atas, telah terlihat ada tekad-tekad yang dibulatkan, gairah menyala untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa! Segala puji dan syukur kita haturkan kepada-Nya untuk terlaksananya PW ke-21 di Bandung.  Semoga Dia membuat api kita terus menyala!

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena