IL News 015/2020

Topik wawancara adalah seri ke-empat dari rangkaian Webinar Ask the Expert yang bertujuan untuk memperlengkapi lulusan muda memasuki dunia kerja. Ask the Expert merupakan sebuah forum untuk para pemuda dapat belajar dan berkonsultasi langsung dengan para pakar.

Seri sebelumnya bertajuk Peluang Kerja pasca Pandemi Covid-19, Evaluating Your CV, dan Assessment. Total peserta penerima manfaat kegiatan ini adalah 450 orang, yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia.

Seri terakhir yang dinanti-nantikan oleh peserta ini dipandu oleh Andry Lie (Business Fellow, Institut Leimena), dengan narasumber pakar Adi Hariyono dan Fini Lynia Arifin yang masing-masinga adalah HR Consultant.

Kedua narasumber membagikan wawasan terkini tentang wawancara, yang berbeda dengan apa yang jamak ditemui di internet atau buku-buku panduan wawancara. Bukan hanya membagikan apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan saat wawancara, narasumber juga membagikan pentingnya mengirimkan Thankyou Letter pada perusahaan yang telah mewawancarai peserta. Tindakan ini dapat dimaknai sebagai bentuk inisiatif dan minat yang besar pada perusahaan yang telah mewawancarainya.

Komunikasi nonverbal juga menjadi faktor menentukan dalam wawancara karena ia adalah perwujudan sikap dan karakter individu. Bagaimana kita duduk dan menatap pewawancara, bagaimana kita menjabat tangan pewawancara; adalah bahasa yang dapat dimaknai oleh pewawancara.

Banyak pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber, yang dijawab dengan memuaskan sesuai pengalaman profesional narasumber yang bekerja di perusahaan HR terbesar di dunia.

Narasumber menutup webinar dengan pesan agar peserta menjadi diri sendiri. Tak perlu berpura-pura menjadi orang lain, kenali kekuatan dan kelemahan diri. Mereka juga berpesan bahwa gagal pada satu wawancara, bukanlah vonis tentang minimnya kompetensi diri, namun sebuah isyarat untuk terus belajar dan berlatih, hingga berhasil.

Mari simak komentar peserta terhadap webinar ini:

“Saya berterima kasih. Dengan mengikuti webinar ini, saya lebih bisa melihat dari sudut pandang berbeda dan membuat saya percaya diri dalam menghadapi dunia kerja.”

“Terus lakukan webinar, ini sangat menolong kami yang ada di daerah daerah.”

“Sangat menolong untuk saya pribadi yang seorang fresh graduate untuk mempersiapkan diri terhadap berbagai proses rekrutmen.”

“Webinar ini sangat open mind :)) Selalu dipertahankan yaa dengan pembicara-pembicara yang luar biasa.”

“I join all the “ask the expert” series. Over all, I enjoy this event. All the discussions are very enlightened and meaningful especially for me as a fresh graduate to prepare myself. Thank you very much for Institut Leimena for organizing this Webinar. Can’t wait for another good event.”

“Terima kasih, sangat membantu dengan webinar ini, bisa belajar lebih dalam soal wawancara dari orang yang memang bekerja dalam bidangnya. Semangat terus!”

Subscribed YouTube WargaNegara

 

IL News No. 028/2011
oleh Institut Leimena

Pendidikan Warga ke-21 Institut Leimena di Bandung, Jawa Barat (19 Agustus 2011)

“Kami telah kehilangan kepercayaan pemerintah. Sungguhkah orang Kristen bisa berdampak dalam keadaan seperti ini?”

“Apakah satu sendok garam dapat memberi dampak pada satu drum besar air?”

“Bagaimana menciptakan anak muda-anak muda yang mencintai bangsa ketika kami telah mengalami banyak ketidakadilan?”

Pertanyaan-pertanyaan itu meluncur keluar dari mulut para peserta. Wajah mereka menunjukkan kegelisahan, kekecewaan, juga keraguan – apakah sungguh kami bisa melakukan sesuatu bagi bangsa ini?

Mereka adalah sekumpulan pemuda-pemudi Kristen yang tergabung dalam Yayasan Pembinaan dan Pelayanan Alumni Kristen (YPPAK). Para pemuda-pemudi inilah yang menjadi peserta Pendidikan Warga(PW) ke-21 yang dilaksanakan atas kerjasama Institut Leimena dengan YPPAK di aula Sekolah Kristen Yahya Bandung, pada tanggal 19 Agustus 2011 lalu. Mereka berasal dari berbagai daerah di Nusantara : Ambon, Kupang, Palu, Manado, Medan, Jayapura, Biak, Bogor, dan Bandung.

Melalui kegiatan PW ini, Institut Leimena mengajak setiap peserta merawat gagasan tentang NKRI. Peserta diajak menapaki ide-ide Johannes Leimena tentang kewarganegaraan yang bertanggungjawab,  menyelami cita-cita negara Indonesia, memahami amandemen UUD 1945 dan diakhiri dengan 2 sesi workshop.

Pemuda-pemudi ini dengan antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tak ragu mengungkapkan pendapat, maupun melontarkan pertanyaan. Dalam kedua sesi workshop, yaitu “Eksposisi Pasal 32 UUD 1945 dan “Belajar Berpikir Secara Konstitusional : Pembahasan RUU Pengelolaan Zakat”, para peserta asik berdiskusi kemudian menyampaikan hasil analisis satu sama lain.

Hal lain yang menarik dalam PW ke-21 ini adalah hadirnya tim pengajar yang terdiri dari 7 orang. Sebelum bertugas di PW-21, tim pengajar ini telah menjalani training pada tanggal 12-14 Agustus 2011. Para pengajar mencoba menerapkan metode active learning, sebuah metode di mana peserta dilibatkan sebanyak mungkin, dalam setiap sesi yang dibawakan.  Metode ini pun bersambut dengan antusiasme peserta. Suasana hidup terbangun sepanjang pelaksanaan kegiatan Pendidikan Warga.

Di akhir kegiatan, para peserta menuliskan manfaat yang mereka peroleh dan rencana tindak lanjut ke depannya. Apakah kekecewaan telah berganti menjadi belas kasihan? Apakah kegelisahan telah berganti menjadi harapan? Apakah api untuk membangun bangsa mulai menyala? Simaklah beberapa kesan para peserta di bawah ini :

Tidak bersikap pesimis atau apatis tetapi mau terlibat untuk menjadi garam dan terang dalam bangsa ini. Kecintaan, kesetiaan dan ketaatan tidak dan tidak boleh kurang daripada orang lain sebagai wujud mengasihi dan taat pada Allah. (Halen Imang - Kupang, NTT, Tenaga Pengajar honorer, aktif di pelayanan perkantas Kupang)

Saya menyadari bahwa saya ditempatkan di tengah-tengah bangsa ini bukan suatu kebetulan dalam arti ada yang perlu dikerjakan (Frans Rumene - Papua, Bergiat di GMKI dan GKI)

Acara ini membuka pikiran saya bahwa negara ini bisa berubah dan untuk terjadinya hal itu tidak bisa hanya menuntut pemerintah saja. Perubahan itu boleh dimulai dari diri saya. (Julianti Stefana Sinaga - Medan)

Saya terinspirasi untuk mulai mengkaji peraturan perundangan di bidang pekerjaan saya (rekayasa lingkungan) dan mulai menginisiasi teman-teman sevisi dan seprofesi untuk melakukan diskusi warga dan diskusi untuk pengajuan pentingnya peraturan lainnya di bidang kami  (Irene B Batoarung – Bandung)

Dari beberapa kesan para peserta di atas, telah terlihat ada tekad-tekad yang dibulatkan, gairah menyala untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa! Segala puji dan syukur kita haturkan kepada-Nya untuk terlaksananya PW ke-21 di Bandung.  Semoga Dia membuat api kita terus menyala!

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena