IL News 014/2014

 

Pada tanggal 14 Agustus 2014 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Dr. Paul Marshall, Senior Fellow Institut Leimena dari Center for Religious Freedom di Hudson Institute (Amerika Serikat), dan Matius Ho, Direktur Eksekutif Institut Leimena, melakukan diskusi terbatas dengan pimpinan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mengenai tantangan kebebasan beragama di dunia dan radikalisasi agama dewasa ini. Pdt. Benjamin Nara Lulu, Sekretaris Sinode, memimpin acara diskusi yang dihadiri juga oleh Pdt. Welmintje Kameli-Maleng, Wakil Ketua, dan Pdt. Ince Touselak, Wakil Sekretaris. Nampak dalam foto di atas bersama dengan para peserta diskusi.

Masalah hubungan gereja dan politik seringkali harus dihadapi gereja ketika menggumuli perannya dalam bangsa dan negara. Oleh karena itu, topik ini menjadi salah satu perhatian Dr. Paul Marshall, Senior Fellow Institut Leimena dan penulis buku “God and the Constitution” (Rowman & Littlefield, 2002), dalam programnya bersama Institut Leimena mulai tahun 2014 ini. Ceramah pertamanya di Indonesia mengenai “Kekristenan dan Politik” dilakukan di Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 15 Agustus 2014, yang dihadiri oleh para pendeta dan majelis GMIT. Acara dipimpin oleh Pdt. Welmintje Kameli-Maleng, Wakil Ketua Sinode, sebagai moderator (foto di atas).

Sejak Agustus 2014, Dr. Paul Marshall juga telah ditetapkan sebagai Visiting Professor di Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Nampak dalam foto kunjungan ke kampus Sekolah Pascasarjana tersebut pada tanggal 6 Agustus 2014: (kiri ke kanan) Prof. Dr. Suwito (Wakil Direktur), Dr. Budi Setiamarga (Institut Leimena), Prof. Dr. Azyumardi Azra (Direktur), Dr. Paul Marshall, Matius Ho (Institut Leimena), dan Dr. Yusuf Rahman (Wakil Direktur).

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena