IL News 018/2020

 

9 Juli 2020

Apa itu “Ruang publik yang ber-Pancasila”? Apa ajaran agama tentang perannya di ruang publik seperti ini? Bagaimana kehidupan beragama yang merupakan implementasi Pancasila di ruang publik? Beberapa pertanyaan inilah yang dibahas melalui Zoom Webinar yang diadakan oleh Institut Leimena pada hari Kamis, 9 Juli 2020, pkl. 14.00-16.00 WIB dengan topik “Beragama di Ruang Publik yang Ber-Pancasila”.

Narasumber dari Webinar ini adalah Prof. Dr. M. Amin Abdullah (Guru Besar Filsafat UIN Sunan Kalijaga dan Ketua Komisi Kebudayaan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe (Anggota Dewan Pengarah BPIP dan Ketua Umum PGI 2004-2014). Acara ini dimoderatori oleh Budi Setiamarga dari Institut Leimena.

Dalam uraiannya, Prof. Amin Abdullah antara lain menjelaskan bahwa dalam pemikiran Islam, nilai-nilai agama (distinctive values) tidaklah bisa dilepaskan dari nilai-nilai kebersamaan (shared values). Di dalam kaitan ini, demokrasi di konteks Indonesia yang majemuk ini, haruslah ditujukan untuk kepentingan bersama (public good) dan membawa kepada toleransi yang aktif. Kohesifitas sosial dan kultural bangsa Indonesia haruslah diupayakan bersama di dalam sebuah solidaritas kemanusiaan yang melampaui segala perbedaan yang ada, termasuk perbedaan agama. Meskipun demikian, ada juga kelompok yang kemudian membawa nilai-nilai yang bertentangan dengan prinsip hidup bersama di ruang publik yang majemuk. Hal ini tentu perlu diatasi antara lain dengan meninjau pelajaran Pendidikan Agama yang tidak hanya vertikalis tetapi juga horisontalis yaitu lebih mengarahkan anak didik untuk saling menghormati satu dengan yang lainnya di atas segala perbedaan yang ada. Pancasila menjadi suatu dasar yang sangat penting untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih kuat.

Pdt. A. Yewangoe menjelaskan bahwa ada perbedaan antara beragama di ruang publik dan beriman di ruang privat. Keberagamaan di ruang publik tentu saja terkait dengan kehidupan bersama yang perlu dirawat dengan baik karena ini pastilah tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Ruang publik ber-Pancasila tentu saja ruang publik yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama karena ini merupakan ruang bersama-sama dari berbagai agama yang hidup dalam kesetaraan. Untuk itu, Pancasila perlu dimaknai dalam keseharian melalui praksis keagamaan yang menjunjung kebersamaan di atas segala perbedaan yang ada. Dengan demikian, agama dapat menjadi landasan etik untuk berkembangnya kebangsaan yang baik dalam ruang publik yang sehat.

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena