IL News 024/2020
Jumat, 14 agustus 2020

Zoom Webinar

Institut Leimena, yang diwakili oleh Budi Setiamarga, telah diundang oleh MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Sejarah SMA Kristen Penabur Jakarta untuk membagikan tentang “Peranan Johannes Leimena dalam Bidang Politik, Pemerintahan, dan Gereja”. Zoom Webinar yang dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Agustus 2020 ini, dihadiri oleh 36 orang guru Sejarah dalam lingkungan Sekolah BPK Penabur yang datang dari berbagai sekolah BPK Penabur di area Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Acara webinar ini diadakan dengan tujuan supaya para guru sejarah ini lebih memahami akan keteladanan Johannes Leimena (1905-1977), baik dalam perannya sebagai dokter, dalam perannya dalam bidang politik dan pemerintahan, maupun dalam perannya dalam bidang pelayanan gerejawi. Sebagai ketua Jong Ambon, di umur 23 tahun, beliau telah ikut serta mencetuskan Sumpah Pemuda yang merupakan sebuah tonggak sejarah penting bagi terbentuknya bangsa Indonesia.

Dalam kariernya sebagai seorang dokter lulusan STOVIA, beliau terkenal sebagai seorang dokter bertangan dingin yang sangat trampil, serta pernah menjabat sebagai direktur di beberapa Rumah Sakit. Dalam era presiden Sukarno, Johannes Leimena pernah berperan dalam berbagai jabatan menteri selama 20 tahun berturut-turut (1946-1966), bahkan pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri. Meskipun beliau juga pernah diberi tanggung jawab sebanyak 7 kali sebagai Pejabat Presiden RI, beliau tetaplah dikenal sebagai sosok yang rendah hati dalam melaksanakan berbagai tanggung jawabnya itu.

Dalam perannya sebagai menteri kesehatan, beliau juga telah membuat rencana kesehatan masyarakat yang disebut Bandung Plan yang kemudian berkembang menjadi konsep Puskesmas yang masih ada sampai sekarang ini. Sebagai anggota Gereja Kristen Pasundan, Johannes Leimena juga bergiat dalam berbagai kegiatan pelayanan, bahkan ikut serta mendirikan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI). Karena jasa-jasanya terhadap NKRI, pada tahun 2010, Dr. Johannes Leimena diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia.

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena