IL News 030/2020

 

Webinar Internasional Institut Leimena dan Kementerian Agama R.I. 
Selasa, 24 November 2020

 

Tahukah anda bahwa di jantung ibu kota sebuah negara Timur Tengah ada bangunan Masjid, Gereja, dan Sinagoga di sebuah kompleks yang sama? Demikian juga, tahukah anda bahwa di sana ada juga sebuah masjid yang dinamai Masjid Maria Bunda Yesus? Hal seperti ini memang tidak banyak diketahui orang. Oleh sebab itu, dalam rangka memperingati hari Toleransi Internasional, Kementerian Agama Republik Indonesia dan Institut Leimena mengadakan Webinar Internasional dengan topik “Sebuah Narasi Baru Toleransi Keluarga Abrahamik dari Uni Emirat Arab” pada hari Selasa, 24 November 2020 pkl 18.30-20.30 WIB. Webinar yang dihadiri oleh lebih dari 800 orang peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, serta berbagai peserta dari manca negara ini telah disambut dengan antusias oleh berbagai pihak.

Dalam webinar hasil kerjasama antara Institut Leimena dan Kemenag RI ini, Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi telah berkenan untuk memberi kata sambutan dan membuka secara resmi acara webinar ini. Melalui sambutannya, Drs. Jakob Tobing, MPA, Chairman Institut Leimena, serta Dr. Alwi Shihab, Senior Fellow Institut Leimena, telah menekankan pentingnya kerjasama Keluarga Abrahamik antara Muslim, Kristen, dan Yahudi di Indonesia dan di dunia untuk ditingkatkan demi kehidupan manusia yang lebih baik di masa depan.

Langsung dari Abu Dhabi, Dr. Ali Rashid Al Nuaimi, anggota Dewan Nasional Federal UEA dan Ketua Umum World Council of Muslim Communities, telah membagikan narasi baru untuk kehidupan bersama yang damai dan bertoleransi antar agama Abrahamik yang dikembangkan oleh negara Uni Emirat Arab (UEA). Tanggapan yang sangat baik seputar upaya pengembangan kehidupan toleransi antar agama Abrahamik di UEA telah disampaikan oleh Rabbi David Sapperstein, Mantan Duta besar Amerika Serikat untuk kebebasan Beragama Internasional dan Anggota Dewan Penasihat Muslim-Yahudi AJC (American Jewish Committee). Dengan melihat apa yang terjadi di UEA, Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staff kepresidenan R.I. dan Komisioner Konisi HAM Organisasi Kerjasama Islam 2012-2018, juga mendorong supaya toleransi antar umat beragama di Indonesia dan di berbagai negara dunia bisa lebih ditingkatkan. Harapan untuk kehidupan dunia yang lebih toleran dan damai antar Keluarga Abrahamik disampaikan juga oleh Pdt. Johnnie Moore, Presiden Congress of Christian Leaders dan Komisioner Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat.

Berikut ini adalah berbagai link berita tentang acara webinar ini:

Subscribed YouTube WargaNegara

 

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena