IL News 031/2020

Orang Kristen itu bagian dari bangsa Indonesia, bagian dari masyarakat yang majemuk. Kita sebagai masyarakat Indonesia perlu terlibat,” demikian disampaikan Matius Ho, MS, Executive Director Institut Leimena, kepada peserta dari webinar yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga Sabda, yayasan kristen non-profit yang berfokus kepada penyediaan Alkitab, alat-alat biblika, dan sumber-sumber bahan kekristenan.

Webinar tersebut bertema sama persis dengan tagline Institut Leimena yaitu “Responsible Citizenship in Religious Society”, berlangsung pada 5 November 2020. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh peserta, mulai dari siapa yang mendirikan Institut Leimena dan kenapa bernama “Institut”, sampai kepada pertanyaan berupa pesan-pesan untuk generasi muda yang ingin memulai pelayanan seperti Institut Leimena.

Matius Ho mengakhiri webinar berdurasi kurang dari dua jam tersebut dengan perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, bagaimana dalam perumpamaan tersebut, Tuhan Yesus justru memberikan contoh bahwa orang Samaria yang berbeda itulah (yang dianggap sesat), yang menunjukkan perilaku menjadi sesama. Pesan seperti ini diharapkan dapat mendobrak pemikiran kita bagaimana kita melihat sesama kita, sehingga tidak menempatkan diri sebagai seseorang atau kelompok yang lebih tinggi secara moral atau etik dari kelompok lainnya.

Subscribed YouTube WargaNegara

 

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena