IL News 008/2020
Surabaya, Jawa Timur, 6 Maret 2020.

Perubahan dan peristiwa bersejarah Indonesia, kerap dimotori oleh pemuda. Sebut saja satu di antaranya, Sumpah Pemuda. Pemuda dari berbagai latar belakang agama, suku, ras, dan adat; bersama-sama menginisiasi ikrar bertanah air dan berbangsa satu.

Semangat untuk meneladani perjuangan pemuda yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa itu jugalah yang tercermin dari sekitar 60 mahasiwa, calon pemimpin dan pengurus badan kemahasiswaan, Universitas Kristen (UK) Petra.

Untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin dan mengikuti Pemilu Raya Mahasiswa (Pemira), mereka diperlengkapi dengan wawasan keindonesiaan, serta sesi “peran pemuda dan lembaga kemahasiswaan bagi bangsa”. Harapannya jelas, agar mereka menjadi pemimpin yang bukan hanya peduli pada dunia belajar mengajar di universitas, tapi juga pada kondisi bangsa.

Puansari Siregar dari Institut Leimena, hadir sebagai fasilitator kegiatan Pemira untuk membangun wawasan keindonesiaan peserta, serta melihat peran yang bisa dilakukan mahasiswa bagi bangsa. Bertempat di UK Petra, 6 Maret 2020, Puansari memulai kegiatan dengan membagikan sebuah pertanyaan kepada mahasiswa, “Mengapa Anda sebagai mahasiswa, harus peduli bagi bangsa?” Pertanyaan ini ibarat anak sebuah tangga pertama: jika berhasil dilewati, maka ia dapat menaiki anak tangga berikutnya terkait apa yang harus dilakukan.

Tentu saja, mengenal dan berkontribusi bagi keindonesiaan, adalah pergulatan seumur hidup. Ia tak mengenal kata tuntas. Selagi hayat dikandung badan, mengenal keindonesiaan adalah latihan yang harus ditekuni, hari demi hari.

Pada diskusi yang berlangsung seru, mahasiswa sepakat bahwa mengenal dan berkontribusi bagi Indonesia harus dimulai dari sekarang; bukan nanti ketika lulus. Mahasiswa sejak dini, perlu mengasah kepekaan untuk melihat kebusukan yang terjadi di sekitarnya, lalu bertindak sebagai garam yang mencegah pembusukan.

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena