IL News 015/2013

 

Pendidikan Warga ke-52 dan 53
Rantepao dan Palopo (Sulawesi Selatan), 7-11 Oktober 2013

 

Institut Leimena telah mengadakan Pendidikan Warga (PW) di Rantepao (7-8 Oktober 2013) dan Palopo (10-11 Oktober 2013), keduanya di Sulawesi Selatan, sebagai bentuk tindak lanjut kerjasama yang sudah ditandatangani pada tahun 2012 bersama Sinode Gereja Toraja. Untuk acara Pendidikan Warga ini, Institut Leimena mengutus Matius Ho dan Budi Setiamarga sebagai fasilitator program.

PW ke-52 di Rantepao diawali dengan kebaktian pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Sulaiman Manguling dari  bidang Pembinaan Warga Gereja sinode Gereja Toraja. Lalu program dibuka secara resmi oleh Pdt. Jhony Madika, MTh., anggota Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja. Program pembinaan ini dihadiri oleh pendeta, penatua dan jemaat, termasuk anggota DPRD, pemda, dan politisi dari Kabupaten Tana Toraja.

PW ke-53 diadakan di Gedung Pelayanan Gereja Toraja di Palopo. Hadir sekitar 70 orang peserta yang cukup beragam dari 16 klasis di wilayah Luwu, diantaranya ialah pendeta, penatua, calon legislatif, guru, dan pengusaha. Program ini dibuka oleh Pdt. Yahya Boong, MM., anggota Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja untuk Wilayah Luwu.

Sebagai tindak lanjut acara Pendidikan Warga ini, bidang Pembinaan Warga Gereja dari Sinode Gereja Toraja berusaha untuk mengembangkan kelompok-kelompok Diskusi Warga dengan bahan-bahan Diskusi Warga yang telah disiapkan oleh Institut Leimena. Bahan-bahan tersebut dapat diunduh secara gratis di www.leimena.org.

Berikut ini adalah komentar beberapa peserta Pendidikan Warga:

 

Soni Budi Pandin (Jemaat Rama – Kota Makassar) – Peserta PW ke 52

Kegiatan ini menjawab pergumulan saya selama ini, tentang bagaimana cara (materi dan metode) meningkatkan kesadaran dan partisipasi orang Kristen sebagai warga negara. Khususnya pemuda gereja Toraja sebagai kader Gereja sekaligus kader Negara.

 

Nony P. Pamangin (Jemaat Bone – Luwu Utara) – Peserta PW ke-53

Menambah Wawasan sebagai warga gereja dan warga negara  untuk berperan aktif. Banyak hal sebelum PW tidak dipikirkan tetapi setelah PW jadi lebih mengerti.

 

Akis Nuru (Jemaat Imanuel – Luwu Utara) – Peserta PW ke-53

Manfaaf Pendidikan Warga ini buat saya sangat luar bisa karena baru kali ini saya mengerti apa arti politik yang sebenarnya dan bagaimana hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

 

Kegiatan ini menjawab pergumulan saya selama ini, tentang bagaimana cara (materi dan metode) meningkatkan kesadaran dan partisipasi orang Kristen sebagai warga negara. Khususnya pemuda gereja Toraja sebagai kader Gereja sekaligus kader Negara (Oni Budi Pandin – Gereja Toraja Jemaat Rama di Makassar)

 

Memberi kesadaran urgensitas pendidikan politik warga, baik sosiologis maupus teologis. Memberi penjelasan dan kejelasan hal-hal yang penting dalam pembinaan warga untuk menjadi kurikulum pembinaan politik warga, baik aspek kompetensi maupun karakternya (Pdt. Dr. Sulaiman Manguling – bidang Pembinaan Warga Gereja sinode Gereja Toraja)

 

Manfaaf Pendidikan Warga ini buat saya sangat luar bisa karena baru kali ini saya mengerti apa arti politik yang sebenarnya dan bagaimana hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab (Akis Nuru – Gereja Toraja Jemaat Imanuel di Luwu Utara)

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena