IL News 014/2013

 

Institut Leimena mengadakan Diskusi tentang “Strategi Peran Warga dalam Proses Pembentukan Legislasi” di kantor Institut Leimena, Jakarta, pada tanggal 20 September 2013. Diskusi ini berusaha menguraikan bagaimana urgensi peran serta warga, peluang dan tantangan dalam proses pembentukan legislasi, agar berkualitas, sesuai aspirasi rakyat dan nilai-nilai Pancasila. Diskusi ini diikuti antara lain oleh Jakob Tobing (President Institut Leimena), Ignatius Mulyono (DPR RI), Yasonna H. Laoly (DPR RI), Pataniari Siahaan (Universitas Trisakti), Maruarar Siahaan (mantan Hakim Konstitusi), Pdt. Pudjo Abednego (Ketua Harian PGPI), Viveka Nanda Leimena (Dewan Penyantun Institut Leimena), Pontas Nasution (Penasehat Institut Leimena), Dwi Putra Nugraha (Universitas Pelita Harapan), dan para staf Institut Leimena.

Peran serta warga negara dalam Pemilu dan Pilpres tahun 2014 perlu dilihat sebagai upaya membangun sistem demokrasi dan kehidupan politik yang semakin dewasa dan berkualitas, sekaligus menegakkan hukum (rule of law). Jangan terpaku pada mencari figur pemimpin semata. Pokok pikiran ini mengemuka dalam pembahasan peran gereja-gereja Tionghoa sebagai bagian dari bangsa Indonesia menjelang Pemilu 2014, dengan narasumber President Institut Leimena, Jakob Tobing (foto diatas), dalam acara Retret Majelis Pekerja Persekutuan Gereja-gereja Tionghoa di Indonesia (PGTI), pada tanggal 27 September 2013 di Hotel Seruni, Cisarua, Bogor.

Subscribed YouTube WargaNegara

 

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena