IL News 019/2016

 

Jakarta, 23-29 Oktober 2016

Tuhan tidak merubah nasib suatu bangsa sebelum bangsa itu merubah nasibnya”, tulis Ir. Soekarno. Dari generasi ke generasi bangsa Indonesia membutuhkan para pemimpin publik yang mampu merubah nasib bangsa. Mereka adalah para pemimpin yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan. Pendidikan kader kebangsaan menjadi suatu keniscayaan bagi masa depan Indonesia. Inilah yang menjadi semangat diselenggarakannya Johannes Leimena School of Public Leadership (JL SOPL).

Institut Leimena mengadakan program kepimimpinan intensif pada tanggal 23-29 Oktober 2016, di Wisma PGI Teuku Umar, Jakarta. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan para pemimpin yang mau dan mampu memperjuangkan cita-cita bangsa sebagai warga negara dalam komunitas masyarakat dimana ia berada, melalui jalur kebijakan publik dan instrumen negara yang tersedia, dari tingkat lokal hingga nasional.

JL SOPL 2016 diikuti oleh pemimpin muda strategis dari beragam latar belakang daerah dan bidang kontribusi yang memenuhi kualifikasi dan sejumlah persyaratan program. Para peserta JLSOPL 2016 berasal dari berbagai daerah seperti: Lumban Julu, Binjai, Sikeben, Narumonda (Sumatera Utara); Pekanbaru (Riau); Kombumi (Lampung); Yogyakarta, Solo, Salatiga (Jawa Tengah); Sukabumi, Bandang (Jawa Barat); Nunukan (Kalimantan Utara); Samarinda (Kalimantan Timur); Manado (Sulawesi Utara); Popayato (Gorontalo); Tomata (Sulawesi Tengah); Tana Toraja, Rantepao, Ujung Pandang (Sulawesi Selatan); Taliwan (NTB); Ambon (Maluku); Goyage (Papua); dan DKI Jakarta. Profesi mereka pun beragam: Pendeta/Gembala, Guru, Dosen/Wakil Rektor, Karyawan Swasta, Aktivis Sosial, Tenaga Ahli DPR, Advokat, dsb.

Selama 7 (tujuh) hari, mereka  berinteraksi dan belajar langsung baik melalui sesi-sesi wawasan, kunjungan lembaga dan sharing langsung dari para tokoh-tokoh nasional yang sudah teruji dan terbukti kiprahnya di tengah masyarakat. Pendekatan yang holistik (Heart, Hand, and Mind) menolong pemimpin publik untuk memperbesar kapasitas dan dibaharui kembali seutuhnya untuk terus berkarya.

Video diatas menggambarkan apa saja wawasan dan pengalaman baru yang didapat oleh ke 23 (dua puluh tiga) peserta JL SOPL  2016, untuk semakin tajam dan efektif dalam kontribusi dan pengaruhnya di bidang masing-masing.

 

 

Sebenarnya semua pernyataan ini berkisar pada soal yang besar: Bagaimanakah kita dapat hidup sebagai orang Kristen yang sejati dan sebagai warga negara yang sejati dan yang bertanggung jawab?

Johannes Leimena

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena