IL News 009/2021

 

Universitas Kristen Immanuel (UKRIM)
27 Juli 2021

 

Orang Kristen mempunyai suatu kedudukan yang paradoksal. Ia adalah warga dari negaranya dalam dunia ini dan ia adalah juga warga dari kerajaan Kristus. Ia mempunyai double citizenship (dwikewarganegaraan).” Namun tidak berarti keduanya harus bertentangan, karena “Dalam hal kecintaan, kesetiaan, ketaatan kepada dan pengorbanan bagi tanah air, bangsa dan negara, orang Kristen tidak dan tidak boleh kurang daripada orang-orang lain, bahkan ia harus menjadi teladan bagi orang lain sebagai pencinta tanah air, warga negara yang bertanggungjawab dan nasionalis yang sejati.”

Demikian pernyataan Dr. Johannes Leimena (1905-1977) yang dikutip Matius Ho, Direktur Eksekutif Institut Leimena, dalam pemaparannya di hadapan para peserta Konferensi (Virtual) Nasional Mahasiswa Kristen “Light for the Nations Conference” yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Immanuel (Yogyakarta) pada tanggal 27 Juli 2021. Untuk menjadi warga negara dan pemimpin publik yang bertanggungjawab kelak kemudian hari, ia mengajak para mahasiswa sejak sekarang mengembangkan diri dalam lima karakter kepemimpinan Kristen yang ditekankan oleh John Stott, teolog dari Inggris, yakni: visi (vision), kerja keras (industry), gigih (perseverance), melayani (service), dan disiplin (discipline).

Sesi tersebut juga menghadirkan panelis Dr. Daniel Rohi, anggota DPRD Jatim dari F-PDIP.

Subscribed YouTube WargaNegara

 

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena