IL News 024/2019

Senin, 25 November 2019, di Hotel Novotel, Jakarta. Beberapa tokoh pimpinan lintas agama dan sektor, berkumpul bersama untuk membahas praktek kebebasan beragama di Indonesia. Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Institut Leimena dengan Church of England dan dukungan United Kingdom Foreign & Commonwealth Office ini, merupakan ikhtiar awal untuk mendalami praktek kebebasan beragama dalam lingkup masing-masing, sebagai sebuah pijakan untuk membangun kolaborasi erat lintas sektor.

Charles Reed (International Affairs Policy Advisor, Church of England), mengawali kegiatan ini dengan menyampaikan apresiasi pada Institut Leimena selaku tuan rumah dan pada setiap pemimpin lintas sektor yang hadir. Ia berharap mendapat wawasan dan masukan dari peserta, untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam kolaborasi untuk penguatan kebebasan beragama.

Jakob Tobing, MPA, Presiden Institut Leimena, melanjutkan pembukaan kegiatan dengan menyebutkan beberapa tantangan bangsa kini yang perlu mendapat perhatian. Pertama, perihal pengelolaan keberagaman. Kedua, serbuan informasi yang masif dan menembus ke ranah pribadi. Ketiga, mengandalkan hukum formal saja dalam Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan kuranglah tepat karena melemahkan kekuatan hubungan antarpribadi. Oleh karena itu, perlu membangun keterikatan dalam masyarakat.

Matius Ho, Direktur Eksekutif Institut Leimena mengakhiri sesi pembuka dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia menjelaskan bahwa dialog lintas-agama telah jamak dilakukan di Indonesia. Namun, ia berharap mendapatkan masukan terkait tantangan dan rekomendasi dalam upaya-upaya penguatan kebebasan beragama. Disampaikan pula harapan agar persahabatan lintas sektor dan lintas agama yang telah terjalin, dapat berlanjut pada upaya kolaborasi untuk menguatkan kebebasan beragama di Indonesia.

Workshop yang diselenggarakan ini tidak hanya menghadirkan narasumber dari sektor pemerintahan (parlemen), bisnis, dan pendidikan; tapi juga penanggap aktif dari berbagai organisasi ternama yang bergelut dalam isu kebebasan beragama dan hak asasi manusia. 

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena