IL News No. 004/2010

Lima Sindrom Pilatus diperkenalkan sebagai ciri penyakit dalam kehidupan demokrasi saat ini, yakni: terdesak oleh teriak, pesimis dan merasa sudah tidak ada harapan (apatis), mengorbankan kebenaran demi memuaskan orang banyak, takut kepada orang banyak, dan takut kehilangan status/jabatan. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengidap sindrom Pilatus ini. Untuk memerangi sindrom ini, masyarakat harus diajak untuk pro-aktif dan turut membangun civil society. Pasal 1 ayat 2 UUD’45 berbunyi “Kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar” hendaklah menjadi landasan bagi kehidupan bernegara kita. Paparan ini disampaikan oleh Budi H. Setiamarga, PhD (Direktur Center of Policy Analysis, Institut Leimena) pada tanggal 15 Juni 2010 bekerja sama dengan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di GMIT Maranatha, Soe, dan dihadiri oleh seluruh pendeta GMIT di kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara. Tema yang diusung adalah “Menjadi Terang Bagi Bangsa: Panggilan Umat Kristen Sebagai Warga Negara dan Murid Kristus dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Sumber Foto:    www.reverbnation.com

Subscribed YouTube WargaNegara

 

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena