IL News 001/2013

 

Sekitar 30 orang staf dari Gerhati (Gerbang Pengharapan dan Transformasi Insani) mengikuti Pendidikan Warga ke 39 di Gereja Anglikan Bekasi, Jawa Barat pada tanggal 28 November 2012. Fasilitator Pendidikan Warga Institut Leimena yang menjadi narasumber dalam acara tersebut adalah Daniel Adipranata, Matius Ho, Raymond Tehusalawany, dan Sahat Martin Philip. Gerhati adalah sebuah lembaga yang melakukan pemberdayaan masyarakat berpendapatan rendah agar mereka dapat berwirausaha secara mandiri.

Presiden Institut Leimena, Jakob Tobing (kedua dari kiri) menjadi salah satu narasumber pada seminar dengan tema “Pertalian Aspek Domestik dan Internasional: Pemajuan Demokrasi dan Penegakan Hukum” yang diselenggarakan oleh N. Hassan Wirajuda, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Luar Negeri/Internasional, bersama Albert Hasibuan,  Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta, pada tanggal 5 Desember 2012. Dalam seminar ini, Jakob Tobing membawakan materi dengan topik bahasan “Tantangan dan peluang bagi Indonesia untuk menjadikan pemilu yang berintegritas sebagai bagian utuh dari tata pemerintahan yang berintegritas”.

Jakob Tobing (Institut Leimena, ketiga dari kanan), Nurrohman Syarif (UIN Bandung, kedua dari kanan) dan Pdt Albertus Patty (Gereja Kristen Indonesia (GKI), paling kanan) menjadi pembicara dalam seminar sehari “Diskriminasi Dalam Peraturan Daerah: Membedah Perda-perda yang Diskriminatif dan Tidak Berpihak Terhadap Kehidupan Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Gereja Kristen Pasundan (GKP) dan Gereja Kristen Indonesia (GKI), di Universitas Maranatha, Bandung Jawa Barat, pada tanggal 13 Desember 2012. Seminar ini dihadiri sekitar 100 peserta,  yang terdiri dari  para pendeta GKP dan GKI, organisasi mahasiswa, lembaga keagamaan, media serta jaringan JAKATARUB (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama) di Bandung dan sekitarnya.

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena