IL News 022/2012
oleh Institut Leimena

Sumpah Pemuda! Sebuah peristiwa di masa silam yang hingga kini tetap mampu membuat darah para pemuda bangsa ini berdesir ketika mengenangnya. Bagaimana tidak? Peristiwa yang disebut-sebut sebagai hari “lahirnya” Bangsa Indonesia tersebut diprakarsai penuh oleh para pemuda – menunjukkan bahwa hal-hal besar dapat lahir dari tangan orang-orang muda.

Muhammad Yamin saat itu berumur 25 tahun, Amir Syarifudin 23 tahun, sedangkan Johannes Leimena 23 tahun. Bersama dengan rekan-rekannya yang lain mereka membangun tekad dan impian bersama. Mereka berani bermimpi dan rela berkorban bagi bangsa.

Terinspirasi oleh kiprah para pemuda di masa lalu tersebut, pemuda-pemudi masa kini tak mau kalah. Pada tanggal 16 Juni 2012 lalu, para pemuda berkumpul dalam wadah bernama Komunitas’28 untuk kembali menyalakan dan menjalarkan api kegerakan bagi kemajuan bangsa. Nama Komunitas’28 diambil dari tahun 1928, perlambang peristiwa Sumpah Pemuda. Menunjukkan tekad para pemuda kiwari untuk berani bermimpi dan rela berkorban bagi bangsa, seperti yang telah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu mereka.

Kegiatan perdana Komunitas’28 dilaksanakan dalam bentuk diskusi dengan tema “Pancasila Rumah Kita” dengan Jakob Tobing sebagai narasumber. Para Peserta berjumlah 27 orang, dan berasal dari berbagai latar belakang gerakan kaum muda seperti para mahasiswa (UI, UPH), Gereja (GBKP dan GPIB), akademisi, aktivis politik dan NGO (GMKI, Perkantas). Latar belakang yang beragam ini membuat diskusi menjadi sangat kaya. Berbagai isu mengenai Pancasila pun didiskusikan dengan antusias.

Setelah berdiskusi, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengakrabkan diri sembari menikmati makan siang. Tak perlu diragukan lagi, diskusi kembali berlanjut dalam kelompok-kelompok kecil tersebut! Para peserta tampak seru mendiskusikan beragam permasalahan dan tantangan di tengah bangsa Indonesia, baik yang mereka amati maupun alami sendiri.

Berikut ini kesan para peserta diskusi perdana Komunitas’28:

“memberikan peluang untuk bertukar pikiran dengan sesama generasi muda untuk kemajuan bangsa, baik isu ideologis maupun isu politis” (Rahardika, FISIP UI)

“menambah dan membukakan wawasan kebangsaan dan isu-isu sosial” (Erino Theopani, Dewan Gerakan Pemuda GPIB)

“ …mengenal sosok pak Jakob Tobing dengan lebih dekat” (Jan Ramos, GBKP)

Komunitas’28 direncanakan akan mengadakan kegiatan rutin setiap dua bulan. Bentuk kegiatan masih terus digodok dan dikembangkan, tak terbatas pada diskusi saja. Yang pasti, melalui kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, Komunitas’28 mengajak pemuda-pemuda masa kini untuk sekali lagi berani bermimpi dan rela berkorban bagi bangsa Indonesia! (VW)

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena