FORMULIR REGISTRASI

Webinar Internasional seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya

Dalam Rangka Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke 74

Building a Culture of Respect for Diversity and Human Rights through Tolerance Education

 

Membangun Budaya yang Menghormati Keberagaman dan Hak Asasi Manusia melalui Pendidikan Toleransi

Diselenggarakan oleh

Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dan Institut Leimena

Didukung oleh

Templeton Religion Trust

Jumat, 9 Desember 2022
Pukul 19:00-21:00 Jakarta

Disiapkan terjemahan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Indonesia adalah negara hukum yang secara konstitusional menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia (HAM). Seperti tertulis pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 28I ayat (4), “Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab Negara, terutama Pemerintah.” Untuk itu, Pemerintah, khususnya melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, melaksanakan tanggung jawab ini dengan merumuskan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan hukum yang dapat melindungi, memajukan, menegakkan, dan memenuhi HAM.

Salah satu tantangan terbesar untuk mencapai hal ini, terutama dalam masyarakat majemuk seperti di Indonesia, adalah membangun budaya masyarakat yang menghormati keberagaman dan HAM. Pendekatan top-down oleh pemerintah harus diiringi pendekatan bottom-up oleh masyarakat sipil. Mereka perlu terus menerus bekerja sama membangun nilai-nilai toleransi dalam masyarakat. Oleh sebab itu, pendidikan dalam segala bidang harus ikut menanamkan nilai-nilai toleransi yang aktif, toleransi yang mendorong kerja sama antar kelompok yang berbeda (agama, ras, etnis, dll.) untuk menumbuhkembangkan budaya yang menghormati keberagaman dan HAM. Melalui pendidikan, siswa dan siswi dapat dibina untuk mempraktekkan nilai-nilai ini sejak dini.

Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) adalah sebuah pendekatan kreatif yang dapat berfungsi sebagai wadah terciptanya resonansi pemahaman terkait toleransi dan penghormatan HAM. Melalui LKLB, kita dapat mengembangkan pemahaman dan  bekerjasama dalam konteks multi-agama tanpa kehilangan identitas agama atau kepercayaan kita masing-masing. Wujud nyata dari LKLB  sangat mungkin untuk diadopsi kedalam pengajaran dan pendidikan toleransi.

Setiap 10 Desember dalam rangka merayakan Hari HAM sedunia, Kementerian Hukum dan HAM RI melalui Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia terus berupaya meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat yang berbasis HAM dengan menjunjung tinggi Penghormatan, Pelindungan, Pemajuan, Penegakan, dan Pemenuhan HAM, karena setiap orang memiliki martabat dan hak asasi manusia yang sama. Oleh karena itulah, dalam webinar Internasional ini, Kementerian Hukum dan HAM RI bersama dengan Institut Leimena akan mengangkat tema “Membangun Budaya Yang Menghormati Keberagaman dan Hak Asasi Manusia Melalui Pendidikan Toleransi.”

Ceramah Kunci Pembuka:

Prof. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D.

Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia

Ceramah Kunci Khusus:

Ambassador Rashad Hussain

Duta Besar Keliling Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional

Narasumber:

Prof. Dr. Hj. Siti Ruhaini Dzuhayatin, M.A.

Tenaga Ahli Utama, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia;

Senior Fellow, Institut Leimena

Henny Supolo Sitepu

Ketua Dewan Pengurus Yayasan Cahaya Guru

Stephen Heyneman

Professor (emeritus) International Education Policy, Vanderbilt University

Moderator:

Muhammad Hafiz

Peneliti, CENTRA Initiative