IL News 028/2019
Hanoi, 5 Desember 2019

Vietnam sedang mencari hubungan yang tepat antara negara dan agama. Konferensi “Secularism, Secularity And Religious Life In Southeast Asia Societies” di Hanoi pada tanggal 5 Desember 2019 merupakan salah satu upaya untuk itu. Acara ini digelar bersama oleh Brigham Young University (BYU), Amerika Serikat, dan University of Social Sciences and Humanities (USSH), Vietnam. Sebagai salah satu pembicara, Matius Ho, Direktur Eksekutif Institut Leimena, menyampaikan pengalaman Indonesia dalam mengelola hubungan agama, negara, dan masyarakat, dengan menggunakan pendekatan multiple secularisms yang dikembangkan Alfred Stepan. Pengalaman Indonesia mendapat perhatian besar karena dipandang sebagai negara besar yang mampu mengelola kemajemukan agamanya, terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapinya. Konferensi ini dihadiri para peneliti dari Amerika Serikat, India, Singapura, dan Vietnam. Acara dibuka oleh Prof. Nguyen Van Kim, Wakil Rektor USSH, dan Prof. Brett Scharffs, Direktur International Center for Law and Religion Studies di BYU.

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena