Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X (tengah), didampingi Plh. Asisten Sekda DIY Bidang Administrasi dan Umum Beny Suharsono (paling kanan) saat menerima audiensi dari Institut Leimena yaitu Prof. Dr. Amin Abdullah (Senior Fellow dan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila/BPIP), Prof. Dr. Alwi Shihab (Senior Fellow), dan Matius Ho (Direktur Eksekutif).

IL News 010/2022

Jakarta, 6 Juli 2022 – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima audiensi dari Institut Leimena, Jumat (10/6). Dalam pertemuan itu, Senior Fellow Institut Leimena Prof Alwi Shihab, memuji praktik toleransi beragama yang baik di Yogyakarta.

Hal tersebut disampaikan Prof Alwi yang didampingi Direktur Eksekutif Institut Leimena Matius Ho dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Amin Abdullah.

“Di sini kami juga melaporkan program-program, dalam rangka memantapkan toleransi tak hanya di satu tempat tapi juga di seluruh Indonesia,” ujar Prof Alwi, seperti dikutip dari portal Humas Pemda DIY, https://jogjaprov.go.id/.

Disampaikan bahwa sekitar 15-20 orang delegasi Institut Leimena dari Amerika Serikat (AS) akan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta untuk menyaksikan secara langsung praktik toleransi antar umat beragama. Yogyakarta telah dikenal secara internasional sebagai kota yang harmonis dan bisa menjaga hubungan antar semua komunitas agama di Indonesia.

Prof Alwi menambahkan Yogyakarta adalah contoh konkret sebuah kota yang menjunjung tinggi toleransi beragama.

Dalam rangka kegiatan itu, rombongan dari Amerika mohon audiensi dengan Sri Sultan,” tambah mantan Menteri Luar Negeri tersebut.

Menurut Prof Alwi, kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan yang sebelumnya telah dilakukan delegasi sebelumnya dua tahun silam.

“Dua tahun lalu, sudah ada rombongan dari Amerika yang datang ke Yogyakarta dan banyak memberikan masukan di negaranya. Itu menarik minat rombongan lain tertarik datang dan alhamdulilah beliau (Sri Sultan) berkenan untuk audiensi,” katanya.

Seusai pertemuan yang digelar di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, itu, Plh. Asisten Sekda DIY Bidang Administrasi dan Umum Beny Suharsono menyampaikan Pemda DIY mendukung agenda kunjungan tersebut.

“Sri Sultan tadi mengatakan, bahwa zaman sudah berubah. Harus ada yang sangat prinsip, namun juga ada yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kalau melihat Yogyakarta jangan hanya luarnya saja, melainkan dalamnya juga,” ucap Beny yang juga menjabat Kepala Bappeda DIY.

“Mereka sudah menilai Yogyakarta sebagai kota yang bisa menjadi contoh peradaban harmonis antar umat beragama, kelompok, dan etnis. Hasil kunjungan tahun juga kemarin memperluas pandangan mereka tentang Yogyakarta dan tepatnya toleransi menurut mereka, bukan hanya seperti yang dikatakan media,” lanjutnya.

Toleransi dan kerukunan umat beragama menjadi penting untuk membangun persatuan bangsa. Selain berkunjung ke Yogyakarta, delegasi dari AS juga akan bertemu sejumlah mitra Institut Leimena dalam pelaksanaan program internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB). [IL/PR/Chr]

 

*Dokumentasi foto dari Humas Pemda DIY

Subscribed YouTube WargaNegara

 

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena