+62 21 52880355 info@leimena.org

Dewan Penyantun

Prof. Adrianus Mooy, PhD

Prof. Adrianus Mooy, PhD

Dewan Penyantun

Begawan ekonomi Indonesia ini memiliki banyak pengalaman di posisi strategis dalam kebijakan perekonomian tingkat nasional dan internasional. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (1988-1993), Prof. Adrianus Mooy pernah bertanggungjawab antara lain sebagai Sekretaris Dewan Moneter serta Deputi Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Di tingkat internasional, ia sempat diminta menjadi Gubernur International Monetary Fund untuk Indonesia, Duta Besar Indonesia untuk Uni Eropa, Under-Secretary General / Executive Secretary pada United Nations-ESCAP di Bangkok, dan Senior Advisor pada United Nations Support Facility for Indonesian Recovery di Jakarta. Pengalamannya dalam kebijakan public semakin lengkap dengan keanggotaannya di MPR-RI antara tahun 1982-1992. Sejak awal karirnya, lulusan PhD dalam bidang Ekonomi/Ekonometri dari University of Wisconsin – Madison (USA) ini terus berkecimpung dalam bidang pendidikan dan menjadi guru besar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1987). Kini ia kembali menunjukkan perhatiannya pada dunia pendidikan sebagai Chair Professor pada ABFI Institut, Perbanas, serta Senior Advisor untuk Universitas Pelita Harapan. Selain itu ia pun merupakan salah satu pendiri dari perusahaan konsultan Strategic Asia.

Edwin Soeryadjaya, BBA

Edwin Soeryadjaya, BBA

Dewan Penyantun

Edwin Soeryadjaya, alumni University of Southern California (1974), adalah Founding Partner dan Chairman Saratoga Asia Fund II, sebuah perusahaan private equity. Bidang usahanya meliputi pertambangan batubara (kedua terbesar di Indonesia), terminal batubara, dry bulk barging & shipping, pembangkit tenaga listrik, perkebunan kelapa sawit, operator telekomunikasi, jalan tol, serta minyak dan gas. Selain peranan pentingnya dalam dunia bisnis, Edwin juga mendedikasikan dirinya di bidang pendidikan dan pelayanan sosial. Ia adalah salah satu pendiri WFP Asia Philanthropists Trust dan melayani di yayasan sekolah Ora Et Labora serta di yayasan Universitas Kristen Indonesia.

Drs. Jakob Tobing, MPA

Drs. Jakob Tobing, MPA

President

Jakob Tobing ikut meletakkan dasar reformasi politik Indonesia melalui kepemimpinannya sebagai Ketua PAH I BP-MPR RI yang melakukan Amandemen (Perubahan) UUD 1945 pada tahun 1999 – 2004. Pengalamannya dalam badan legislatif dimulai sejak 1968 ketika diangkat menjadi anggota DPR termuda saat itu. Awalnya ia ikut mendirikan Golongan Karya (Golkar) untuk membawa perubahan dari Orde Lama, tapi sejak 1994 ia kembali bekerjasama dengan gerakan reformasi saat itu, lalu tahun 1997 bergabung dengan PDI Megawati Soekarnoputri dan menjadi Wakil Ketua Balitbang PDI Mega. Kemudian dalam Pemilu 1999, sebagai Ketua Panitia Pemilihan Indonesia, ia memimpin pelaksanaannya yang merupakan pemilu demokratis pertama sejak 1955. Setelah mengabdi selama 34 tahun di MPR/DPR, ia ditugaskan sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan (dari 2004 s/d awal 2008). Atas pengabdiannya, alumnus John F. Kennedy School of Government – Harvard University ini dianugerahi bintang Mahaputera Utama dari Republik Indonesia dan Gwanghwa Medal dari Republik Korea.

Prof. Mangara Tambunan, PhD

Prof. Mangara Tambunan, PhD

Dewan Penyantun

Mangara Tambunan adalah Guru Besar Tetap bidang Ekonomi Sumber Daya dan Regional di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengajar program Pasca Sarjana di IPB maupun di Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah berkarya selama 30 tahun, penerima gelar MsC. dan Ph.D dalam Ilmu Ekonomi Terapan dari University of Minnesota (USA) ini mendapatkan Satya Lencana Karya Pengabdian 30 tahun dari Presiden RI tahun 2009. Selain menjadi peneliti senior, Managing Director dari Center for Economic and Social Studies (CESS) ini memang aktif sebagai penulis dan editor dari berbagai buku dan jurnal di dalam dan luar negeri. Ia juga banyak terlibat dalam berbagai riset tingkat nasional maupun internasional sebagai team leader, konsultan, maupun peneliti senior. Ia sempat antara lain, menjadi anggota Dewan Riset Nasional dan Konsultan pada Asian Development Bank. Area riset yang banyak dilakukannya antara lain di bidang ekonomi pembangunan dan ketenaga-kerjaan, khususnya dalam hubungannya dengan usaha mikro, kecil dan menengah.

Matius Ho, MS

Matius Ho, MS

Executive Director

Setelah menyelesaikan pasca-sarjananya di University of Wisconsin – Madison (USA) tahun 1997, Matius Ho bekerja sebagai konsultan manajemen di Andersen Consulting (kemudian menjadi Accenture) menangani berbagai proyek di Indonesia dan Singapura. Setelah itu, ia masuk dalam industri manufaktur sebagai Direktur sebuah perusahaan ekspor perlengkapan rumah tangga. Keterlibatannya dalam lembaga kajian dimulai ketika menjadi Wakil Sekretaris Yayasan Akademi Leimena tahun 2000-2005. Lalu bersama dengan yang lain, ia ikut mendirikan Institut Leimena. Sejak tahun 2008, alumni London Institut for Contemporary Christianity (UK) ini dipercayakan sebagai Direktur Eksekutif Institut Leimena.

Mayjen TNI (Purn.) Radja Kami Sembiring Meliala

Mayjen TNI (Purn.) Radja Kami Sembiring Meliala

Dewan Penyantun

Karirnya berkisar tidak saja di kalangan militer, tapi juga di dunia politik di mana ia telah menjadi anggota DPR selama beberapa periode (1987 – 1992, 1992 – 1994, 1999 -2004 dan 2004 – 2009). Tahun 1990 – 1992 ia menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR-RI dan tahun 1992 – 1994 menjadi Wakil Ketua Fraksi ABRI di DPR/MPR RI. Tahun 1999 – 2004 menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Selanjutnya tahun 2004 – 2007 menjadi Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Bidang Polkam DPR RI. Dalam dunia militer, lulusan dari  Generalstabslehrgang Führungsakademie der Bundeswehr – Jerman (1973) ini telah memimpin berbagai satuan tempur. Tahun 1979 ia menjadi Komandan Kontingen Garuda VIII/Pengganti (United Nations Emergency Force II) di Timur Tengah dan tahun 1982 – 1985 menjadi Pangdam XVII Cendrawasih. Selain itu, pada tahun 2000 – 2005 ia adalah Ketua Yayasan Akademi Leimena.

Drs. Theo L. Sambuaga, MIPP

Drs. Theo L. Sambuaga, MIPP

Dewan Penyantun

Theo L. Sambuaga adalah President Lippo Group dan BeritaSatu Media Holdings, dan PresKom PT Lippo Karawaci Tbk. Lebih dari 30 tahun aktif di dunia politik, ia sempat melayani sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Negara Perumahan dan Permukiman, serta di MPR RI/DPR RI sebagai Anggota/Wakil Ketua PAH I BP-MPR RI (Perubahan UUD 45, 1999-2004), Ketua Komisi I DPR RI (Luar Negeri, Pertahanan, dan Informasi Komunikasi), dan berbagai jabatan kepemimpinan lainnya. Kini ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Standing Committee Member dari International Conference of Asian Political Parties (ICAPP), dan Wakil Presiden Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI). Ia adalah alumni pascasarjana dari School of Advanced International Studies, Johns Hopkins University, Amerika Serikat.

Senior Fellows

Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe

Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe

Senior Fellow

Pdt Dr. Andreas A. Yewangoe, lahir di Mamboru, Sumba, Nusa Tenggara Timur, 1945. Mendapat gelar Sarjana Teologi (S.Th) dari STT Jakarta, 1969. Ditahbiskan sebagai Pendeta Gereja Kristen Sumba (GKS), yang ditugaskan sebagai dosen pada Akademi Teologi Kupang (ATK), 1971. Ia memimpin akademi tersebut tahun 1972-1976. Ia memperoleh gelar Doctorandus Theologiae dari Vrije Universiteit di Amsterdam (1979). Setelah bertugas di tanah air, ia kembali lagi ke Vrije Universiteit untuk promosi Doctor Theologiae, 1987, dengan disertasi berjudul Theologia Crucis in Asia (1987). Ia pernah memimpin Universitas Kristen Arta Wacana, yang merupakan peningkatan dan perluasan dari ATK, sebagai rektor tahun 1990-1998 (dua periode). Ia pernah menjadi salah seorang Ketua PGI, dari tahun 1994-2004 (dua periode). Beliau terpilih menjadi Ketua Umum PGI dari tahun 2004-2014 (dua periode).

Dr. Maruarar Siahaan

Dr. Maruarar Siahaan

Senior Fellow

Maruarar Siahaan memimpin Legal and Judicial Studies Taskforce di Institut Leimena sejak 2013. Ia juga adalah Rektor dari Universitas Kristen Indonesia di Jakarta. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai hakim dalam lembaga peradilan di Indonesia. Ia sempat menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Bengkulu dan Pengadilan Tinggi Sumatra Utara. Kemudian ia terpilih sebagai Hakim Konstitusi di tahun 2003—salah satu Hakim Konstitusi yang pertama, karena Mahkamah Konstitusi baru dibentuk setelah Amandemen UUD 45—hingga ia pensiun di tahun 2009. Pada tahun 1995 hingga 1997, ia adalah anggota delegasi Indonesia dalam sidang Komisi Ad Hoc dan Komisi Persiapan Pembentukan International Criminal Court di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menulis buku Undang-undang Dasar 1945: Konstitusi Yang Hidup (2008) dan Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (2011). Ia menyelesaikan studi S-3 dalam bidang Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro, Semarang.

Dr. Paul Marshall

Dr. Paul Marshall

Senior Fellow

Paul Marshall adalah Senior Fellow di Institut Leimena dan di Center for Religious Freedom, Hudson Institute (AS), serta Visiting Professor di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia penulis dan editor lebih dari dua puluh buku mengenai agama dan politik, terutama soal kebebasan beragama, antara lain: Silenced: How Apostasy and Blasphemy Codes Are Choking Freedom Worldwide(2011, bersama Nina Shea), Blind Spot: When Journalists Don’t Get Religion(2009), Religious Freedom in the World(2008). Karya tulisnya telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 20 bahasa. Ia menjadi anggota Advisory Board untuk proyek “Religion and Global Politics” di Harvard University dan Religious Advisory Boarddi Council on Foreign Relations (AS). Sebelumnya ia adalah dosen di beberapa universitas, antara lain di Fuller Theological Seminary; Regent College, Vancouver; University of Toronto; Catholic University, Washington DC; Free University, Amsterdam; European University for the Humanities, Minsk, Belarus; Rutgers University; dan Visiting Professor di Fakultas Hukum, Pepperdine University. Ia mengajar ilmu politik, hukum, filsafat, dan teologi.