IL News 005/2019
Forum Strategis Gereja dan Negara (FSGN)
Senin, 28 Januari 2019 –  Sidang MPL-PGI, Cisarua, Bogor.

 

Gereja harus ikut berperan aktif dalam membangun kebangsaan Indonesia.  Dalam komitmen ini, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengundang Institut Leimena dalam acara diskusi Forum Strategis Gereja dan Negara (FSGN) dalam rangkaian Sidang Majelis Pekerja Lengkap PGI yang berlangsung dari tanggal 28-31 Januari 2019, sebagai tindak lanjut dari acara “Dialog Nasional Kebhinekaan dan Pemilu Damai” yang diadakan sehari sebelumnya. Acara diskusi yang berlangsung dari pukul 13.30-15.30 WIB di hari Senin, 28 Januari 2019, ini diadakan di Cisarua, Bogor.

Jakob Tobing, Presiden Institut Leimena, memulai acara Forum Strategis Gereja dan Negara dengan menyampaikan tentang pentingnya “Membangun Peran Serta Gereja dalam Menghadapi Pertarungan Ideologi di Indonesia Melalui Pilpres/Pileg 2019”.  Dijelaskan bahwa Pemilihan Umum adalah instrumen konstitusi yang harus dilaksanakan dalam bingkai demokrasi konstitusional.  Oleh sebab itu, segala kegiatan dalam rangka Pemilu tidak boleh sampai memberi kesempatan pada masuk dan bangkitnya gagasan dan gerakan yang bertujuan untuk meruntuhkan NKRI.  Walaupun dalam kenyataannya prinsip konstitusi belum terlaksana sepenuhnya dalam aturan pemilu, gereja di Indonesia didorong untuk ikut serta berperan aktif dalam konsolidasi demokrasi dengan mendorong orang Kristen untuk berpartisipasi aktif  dalam Pemilu secara cerdas dan kritis sebagai warga negara Indonesia yang peduli akan kesejahteraan bangsanya.  Bersama dengan berbagai komponen bangsa, termasuk secara lintas agama, gereja dapat juga mendorong umatnya untuk bersama-sama bergandengan tangan untuk menjaga prinsip kebangsaan Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Pertarungan Ideologi: Apa yang Harus Dilakukan?” merupakan topik yang disampaikan oleh Budi Hartono Setiamarga dari Institut Leimena sebagai tinjauan praktis dalam rangka memenangkan pertarungan ideologi. Berbagai ideologi akan bertarung untuk menguasai pikiran dan hati seseorang dengan berbagai cara, baik cara yang baik maupun cara jahat. Oleh sebab itu, dalam rangka pemantapan ideologi dan dasar negara Republik Indonesia yaitu Pancasila, maka haruslah diupayakan upaya strategis untuk memantapkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia di hati sanubari rakyat Indonesia, khususnya warga gereja.

Jakob Tobing, Presiden Institut Leimena, pada saat berceramah.

Dalam rangka ini, maka Institut Leimena mengadakan kerjasama lintas agama serta upaya memperkuat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Berbagai pertemuan lintas agama telah dirintis oleh Institut Leimena untuk membangun jaringan yang bernafaskan kebangsaan Indonesia, khususnya dengan para tokoh Muslim moderat atau Islam Wasatiyah, yang mempunyai cita-cita kebangsaan Indonesia yang sejalan dengan cita-cita dasar negara Pancasila.  Berbagai  upaya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan juga telah dilakukan oleh Institut Leimena di banyak kota di Indonesia, baik melalui kerjasama dengan sinode-sinode gereja, universitas-universitas, maupun Mahkamah Konstitusi RI.

Berbagai komentar dan pertanyaan yang disampaikan oleh para pimpinan sinode pada sesi tanya jawab menunjukkan perhatian yang besar dari para pimpinan Sinode pada upaya peningkatan peran gereja dalam ikut serta mengambil peran sebagai garam dan terang di Indonesia.  Melalui solidaritas dengan sesama anak bangsa, gereja di Indonesia diharapkan akan semakin mampu untuk berkiprah secara konstruktif dalam pembangunan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Institut Leimena

Menara Karya Lt. 28

Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2

Jakarta 12950 Indonesia

Phone:  +62 (21) 52880355 - 56

Facs:     +62 (21) 52880362

WA/SMS Only: +62 8111 0888 54

info@leimena.org