IL News 001/2019

Perkuliahan Intensif PPKN STT Aletheia, Malang, 7-11 Januari 2019

 

Topik perkuliahan pada hari ketiga itu adalah Pemimpin Kristen dalam Sejarah Bangsa. Mahasiswa menyebar dalam 4 kelompok. Masing-masing diminta untuk mempresentasikan latar belakang dan nilai-nilai perjuangan yang diperoleh dari para pemimpin Kristen pada era pergerakan kemerdekaan seperti John Lie, TB Simatupang, Sam Ratulangi, dll.

Majulah seorang mahasiswa ke depan kelas. Ia mengambil gitar dan mulai memainkan nada-nada minor. Lalu ia jelaskan, bahwa nada minor pun membuat sebuah lagu menjadi indah. Demikian juga, meski secara kuantitas jumlah Kristen di Indonesia adalah minor, namun bisa menjadi indah jika sungguh-sungguh berdampak. Lanjutnya lagi, pernyataan mayoritas dan minoritas pun sesungguhnya kurang tepat, karena sejatinya semua setara di mata konstitusi.

Seluruh mahasiswa terpingkal atas kreatifitasnya menganalogikan nilai perjuangan tokoh Kristen yang dipelajarinya, sambil mengangguk-angguk membenarkan penjelasan tersebut.

Begitulah kelas perkuliahan intensif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) berlangsung: mahasiswa menjadi sumber belajar dengan berperan aktif dalam memaknai proses belajar, dipandu oleh pengampu yang lebih berperan sebagai fasilitator untuk memantik rasa ingin tahu mahasiswa. Pembacaan cerita pendek, simulasi, bermain peran (drama), adalah beberapa metode yang digunakan untuk menolong peserta agar aktif dalam mengolah akal dan budinya tentang prinsip-prinsip hidup berbangsa. Perubahan metode pembelajaran PPKN perlu dilakukan, mengingat stigma yang melekat pada pata kuliah PPKN sebagai mata kuliah yang tidak penting dan membosankan.

Terbukti, Sionarita H.L, seorang mahasiswa STT Aletheia dengan konsentrasi Musik Gerejawi, mengungkapkan pengalaman positif yang ia rasakan selama mengikuti kuliah PPKN: “Kesannya selama kuliah seminggu ini sangatlah menyenangkan. Pertama kalinya saya merasa tertarik untuk belajar PPKN setelah sekian lama, pertama kali mendapat pelajaran PPKN yang dikaitkan langsung dengan Kekristenan.”

Perkuliahan intensif PPKN yang berlangsung pada 7-11 Januari 2019 di STT Aletheia, Lawang, merupakan kerja sama STT Aletheia dengan Institut Leimena, yang menghadirkan Budi Setiamarga, Daniel Adipranata, dan Puansari Siregar sebagai pengampu. Beberapa topik mata kuliah seperti Pancasila, Konstitusi, Politik, dan Keberagaman Indonesia, disampaikan pada peserta dengan mengaitkannya dengan iman Kristen.

Pdt. Linus Baito, M.Th, Dosen Misiologi dan Sosiologi, membuka secara resmi perkuliahan intensif ini dengan mengajak peserta untuk bersungguh-sungguh mengikuti perkuliahan dan menggumuli kekristenan di tengah bangsa.

Kiranya harapan Pdt. Linus Baito, dapat terwujud. Kiranya kuliah PPKN yang telah berlangsung, dapat menjadi stimulus untuk memikirkan peran strategis yang perlu dilakukan oleh mahasiswa teologi sebagai wujud warga negara yang bertanggung jawab.

Seperti nada-nada minor yang dimainkan seorang mahasiswa pada awal tulisan ini, kuantitas bukanlah patokan. Dan lagi, di mata konstitusi; penyebutan mayoritas –minoritas, tak lagi substansial dan relevan. Semua warga setara di mata konstitusi. Jumlah boleh minor, tapi kualitas hendaknya mayor!

Institut Leimena

Menara Karya Lt. 28

Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2

Jakarta 12950 Indonesia

Phone:  +62 (21) 52880355 - 56

Facs:     +62 (21) 52880362

WA/SMS Only: +62 8111 0888 54

info@leimena.org