IL News 015/2018
Sabtu, 10 November 2018

Masa depan Indonesia tergantung pada bagaimana generasi milenial membangun visi kebangsaan, di tengah bangsa Indonesia yang majemuk. Dengan proporsi generasi millenial Indonesia yang lebih dari sepertiga jumlah penduduk negeri ini (34,45 persen atau 90 juta), maka generasi milenial memegang peranan penting bagi Indonesia masa depan.

Dari kajian beberapa peneliti, generasi millenial cenderung unik dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Keunikannya terletak pada penggunaan teknologi dan budaya pop atau musik yang sangat kental. Karenanya, millenial seakan tidak bisa lepas dari internet, hiburan (entertainment), serta traveling.

Di tengah ekspos budaya dan sosial generasi milenial yang cair dan luas, maka pemahaman akan  identitas Indonesia menjadi sangat penting. Hal inilah yang disampaikan oleh Daniel Adipranata dari Institut Leimena, kepada  mahasiswa-mahasiswi peserta kuliah umum Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Ciputra. Kuliah umum yang dilaksanakan dalam rangka hari Pahlawan 10 November ini, diikuti oleh 920 mahasiswa-mahasiswi dan terbagi dalam 2 (dua) sesi, bertempat di auditorium Universitas Ciputra Surabaya.

Selain dari Institut Leimena, Universitas Ciputra juga mengundang Kombes Pol. Barito Mulyo Ratmono dari Sekolah Tinggi Intelejen Negara untuk  membahas topik bagaimana peran aktif generasi milenial dalam mengatasi hoaks.

Institut Leimena

Menara Karya Lt. 28

Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2

Jakarta 12950 Indonesia

Facs:     +62 (21) 52880362

WA/SMS Only: +62 8111 0888 54

info@leimena.org