+62 21 52880355 info@leimena.org
Manado Post 12 Jan 2011

Alkitabiah dan Paham Kebangsaan Jalan Bersama

MANADO-Seminar dan workshop kaderisasi kebangsaan yang dihelat Institut Leimena bekerja sama dengan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM akhirnya ditutup Selasa (11/1) kemarin.

Berbagai materi untuk membuka pengetahuan dan wawasan kebangsaan dari sisi Kristen dikupas dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut. Salah satu pemateri,  Budi H Setiamarga mengatakan, seluruh materi yang diberikan dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas wawasan kebangsaan seluruh kader Kristen.

“Materi yang diberikan ini sebagai latihan bagi hadirin semua untuk diteruskan ke jemaat masing-masing, Dengan penguasaan konstitutsi, maka diharapkan tidak ada lagi kata menurut saya, tapi yang ada adalah menurut konstitusi,” katanya di hadapan undagnan yang hadir di GMIM Kristus Manado.

Jemaat pun diharapkan tak hanya punya dasar alkitabiah yang baik tapi juga paham kebangsaan. Tujuan utamanya agar seluruh generasi muda Kristen bisa unjuk gigi di tahun-tahun mendatang. “Dipersiapkan dari sekarang,” tambahnya.

Dalam materinya, Budi memberikan pelatihan berargumentasi kepada hadirin. Berbagai pertanyaan diberikan dengan maksud mendapat respon dari undangan. Setelah itu, undangan dibagi dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan di jemaat atau di organisasi masing-masing.

Kerja sama yang konstruktif tersebut menurut Wakil Ketua BPMS Bidang Kerja Sama Pdt Rox Dekky Tamaweol ThM berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan kembali. “Kerinduan kami seminar ini bisa diprogramkan kembali pada waktu mendatang,” katanya dalam sambutan mengawali ibadah penutupan, sore kemarin.

Ibadah penutup sendiri dipimpin Pdt. Hendry Runtuwene S.Th, Sekretaris Departemen Hubungan Kerja Sama BPMS.

Untuk kegiatan tersebut, GMIM telah membentuk panitia yang diketuai Pdt. Hesky Manus, Sekretaris Pdt. Max Kalesaran, dan Bendahara Pdt. Marlin Wongkar. Sementara untuk seksi ibadah  dipercayakan kepada Pdt. J Walutangkow. Ibadah penutupan sendiri diiringi paduan suara Betel Kembuan Tondano.

Enjoy this blog? Please spread the word :)